Pada masa pemilu 2024, sudah pasti momen kampanye menjadi puncak tahapan pemilu yang ditunggu-tunggu. Selain meriah, umumnya pada masa kampanye banyak partai politik yang menghiasi jalan-jalan protokol dengan berbagai atribut partai sebagai alat peraga pemilu. Jika dipikir-pikir, kok, Parpol-parpol ini bisa melangsungkan kampanye yang megah, ya? Ternyata tiap parpol memiliki sumber dana yang diatur oleh undang-undang, lho.

Lalu, dari mana saja sumber dana partai politik? Berikut penjelasan beberapa sumber dana partai politik secara singkat.

  • Iuran anggota partai politik

Setiap anggota yang tergabung pada partai politik tertentu biasanya memiliki kewajiban untuk memberikan iuran. Hal ini dikarenakan iuran anggota menjadi salah satu sumber pendapatan partai politik. Mengenai besaran atau jumlah yang diberikan oleh masing-masing anggota tidak dibatasi secara tegas oleh perundang-undangan, termasuk berapa nominal maksimumnya.

  • Sumbangan dana yang sah menurut hukum

Sumbangan dana yang sah menurut hukum disebutkan dalam Pasal 34 UU No 2 Tahun 2011 sebagai sumber pendapatan kedua partai politik diatur beberapa hal terkait pelaksanaannya, dan peraturan tersebut tertuang pada pasal 35 UU a quo tersebut. Termasuk nominal maksimum yang dapat disumbangkan oleh perseorangan yang bukan anggota senilai Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) per orang dalam kurun waktu satu tahun anggaran. Sedangkan untuk perusahaan dan/atau badan usaha maksimumnya senilai Rp. 7.500.000.000 (tujuh miliar lima ratus juta rupiah) dalam kurun waktu satu tahun anggaran.

  • Bantuan keuangan dari APBN/APBD

Sumber dana lain yang juga menjadi sumber pendanaan adalah bantuan keuangan yang diberikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski memiliki birokrasi yang rumit, dari segi distribusi, penggunaan serta tanggung jawabnya, bentuk pendanaan yang berasal dari APBD maupun APBN ini memiliki nominal yang dinamis karena bergantung pada jumlah perolehan suara terbanyak pada Pemilu anggota legislatif. Sehingga semakin banyak perolehan suara yang didapat, maka bantuan dana yang diberikan akan semakin besar.

  • Penggalangan dana

Sumber dana alternatif lainnya adalah dengan cara penggalangan dana. Penggalangan dana diberlakukan untuk memenuhi kebutuhan operasional partai, termasuk untuk kegiatan kampanye politik. Meski pada beberapa periode, penggalangan dana menjadi salah satu sumber pendanaan utama. Salah satunya adalah ketika masa-masa Pemilu, pemilihan kepala daerah, hingga acara-acara khusus yang diselenggarakan oleh partai politik tersebut.

  • Dana investasi dan aset partai

Beberapa organisasi partai politik biasanya tidak sepenuhnya menghabiskan biaya anggaran mereka untuk keperluan Pemilu ataupun Kampanye Politik saja. Beberapa dana tersebut dianggarkan untuk dana investasi dan juga aset partai. Hal ini bertujuan supaya organisasi partai politik memiliki cadangan dana darurat yang mungkin nanti akan dibutuhkan ketika masa Pemilu atau kampanye politik tiba. Selain untuk mengelola resiko dan ketidakpastian yang akan terjadi, dana investasi juga berpotensi digunakan sebagai dana untuk ekspansi partai politik ke wilayah atau kawasan yang baru, serta memperluas jangkauan program-program partai.

Sekarang sudah paham, kan, dari mana saja sumber pendanaan partai politik dalam melakukan kampanye politiknya. Tentunya sumber-sumber dana yang disebutkan tadi merupakan sumber dana yang sah dan bersih. Meski begitu, adanya sumber pendanaan ini masih tidak menutup kemungkinan terjadinya korupsi dalam partai politik. Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat merekalah yang nantinya akan mewakili masyarakat dalam pemerintahan. 

 

Jika kalian tertarik untuk mencari informasi mengenai politik cerdas berintegritas serta program antikorupsi, silakan kunjungi situs ACLC KPK. Di sana juga terdapat beragam informasi mengenai nilai integritas serta modul pembelajaran antikorupsi untuk anak-anak, lho!

 

References:

https://aclc.kpk.go.id/

https://www.inilah.com/sumber-dana-partai-politik